Soal :
Apakah orang yg keguguran juga masuk hukum nifas ?
Jawab :
Orang yg keguguran tetap berlaku baginya hukum nifas. Baik janin tersebut sudah berbentuk bayi atau masih gumpalan darah. Berkata Ibnu Hajar Al-Haitami (w.974 H) :
وَأَقَلُّ النِّفَاسِ وَهُوَ الدَّمُ الْخَارِجُ بَعْدَ فَرَاغِ جَمِيعِ الرَّحِمِ، وَإِنْ وَضَعَتْ عَلَقَةً أَوْ مُضْغَةً
" ( Dan batas minimal nifas ) yaitu darah yg keluar setelah kosongnya rahim walaupun yang keluar adalah masih segumpal darah atau segumpal daging."
[ Tuhfatul Muhtaj fi Syarhil Minhaj (1/412) ]
Berkata Syaikhul Islam Zakariya Al-Anshori (w.926 H) :
و نحو ولادة ) من إلقاء علقة أو مضغة و لو بلا بلل )
" -Dan termasuk sebab mandi besar- (Semisal melahirkan) dengan mengeluarkan segumpal darah atau daging meski tanpa cairan yg lain."
[ Tuhfatuth Thullab bisyarh Tahrir Tanqih Al-Lubab hal.9 ]
Wallahu Ta'ala A'lam
Abu Harits Al-Jawi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar