Imam Tirmidzi meriwayatkan dengan sanadnya, dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda;
لا يمشين أحدكم في نعل واحدة لينعلهما جميعا أو ليخفهما جميعا
"Janganlah salah seorang dari kalian berjalan dengan satu sandal, hendaknya dia pakai keduanya atau dia lepas keduanya."
[Syamail Nabi, ImamTirmidzi, hadits no.81]
Berkata Syaikh Ibrahim Al-Bajuri;
و محل النهي عن المشي في نعل واحدة عند الاستدامة، أما لو انقطع نعله فمشى خطوة أو خطوتين فإنه ليس بقبيح و لا منكر و قد عهد في الشرع اغتفار القليل دون الكثير
"Dan larangan berjalan dengan satu sandal ini berlaku ketika dipakai untuk berjalan secara berkelanjutan. Adapun jika sedikit, seperti melangkan selangkah atau dua langkah maka tidak termasuk hal buruk dan kemunkaran yg dilarang. Dan sudah diketahui dalam syariat, dimaafkan untuk kadar sedikit."
📖 Al-Mawahib Al-Ladunniyyah Syarh Asy-Syamail Al-Muhammadiyyah. Al-Bajuri, Ibrahim bin Muhammad. Tahqiq Muhammad Awwamah. Saudi Arabia, Darul Minhaj. Cetakan pertama. Tahun 1422 H/2001 M. Hal, 191-192.
_
Oleh Abu Harits Al-Jawi
🔰 https://t.me/fiqhgram
🔰 abuharits.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar